Situ pernah kenal ” dj’s “ ???

Ya. Itu nama resto Barbeque mur mer…

Setau sayah, ada di kawasan Serpong BSD, dan di Arteri Cibubur. Ndak tau yah,… tempat laen ada apa ndak….

Nah, nyang sayah cobak ini nyang di Arteri Cibubur. Tempatnya nyaman. Full AC dengan korsi dan bangku nyang warna-warni. Ngepop.

Ada panggung nyang dilengkapin dengan Projector nyang kebetulan sibuk nyetel Tom and Jerry. Saat sayah datang ke resto ini, ndak ada Live Band nya.

Melihat suwasana dan desain ruwangnya, tampaknya resto ” dj’s ” ini di Set untuk makan-makan sekeluarga di akhir Minggu.

Soale, sayah perhatikan sejak sekiyan lama resto ini berdiri, paling rame cuman di hari Sabtu malam Minggu. Hari-hari laennya biasa ajah, dan sayah jugak datang bersama satu kompi pasukan sayah. Namanya jugak resto Barbeque, maka sayah langsung mesen RIB’S BBQ. Di daftar menu nya segh ditulisnya daging improt import.

Penampilannya begene negh;

djs-ribs-bbq.jpg

Saat hidangan sampe di meja sayah, itu daging ndak terlalu berasap sebagai tanda abis di bakar. Lalu sayah gulingin itu daging, bentuknya sama ajah. Ndak ada tanda-tanda gosong karena kebakar di panggangan.

Sayah cobak dari berbagai sudut cara memotong, sangat sulit. Bahkan daging malah pecah berantakan, agak alot.

Kalok sausnya menurut sayah biasa sajah. Sangat-sangat biasa untuk BBQ senilai hampir 4 USD. (katanya kan daging import…)

Karena ndak puwas dengan penampilan pertama, sayah nyobak pesen satu lagi, kali ini TENDERLOIN, bahkan sayah wanti-wanti sama mbak pelayannya nyang bodinya Kripil, untuk Well Done.

Ternyata ituh si mbak Waiters nya ndak ngerti apa itu Well Done. Akhirnya sayah jelaskan, sayah ingin dibakarnya lebih lama, sehingga lebih matang dan mungkin agak gosongan dikitlah…

Tapi ternyata setelah dianter ke meja sayah, hasilnya sama ajah boss…

Negh, liat….

djs-tenderloin.jpg

Dilobak-labik kayak apa tetep ajah ndak ada tanda-tanda gosong kebakaran. Sayah hairan bin masgul.

Maka sayah panggil sekali lagee si mbak Kripil ituh dan sayah interogasi. Dari atas kebawah, dari kiri ke kanan, dari depan kebelakang.

Kesimpulannya adalah:

1. Daging nyang dipake sudah ndak FROZEN. Alias saat mau dipanasin (BUKAN DIBAKAR !!!) daging sudah dalam kondisi lembek…

2. Sangat mungkin untuk mematangkan dan melembutkan daging, daging tersebut telah dipresto terlebih dahulu dalam beberapa menit.

3. ” dj’s “ bisa jadi jujur soal daging import, tapi ndak jujur asal muasalnya dari mana. Sayah brani ngambil kesimpulan, itu daging sapi dari India. Seratnya besar-besar dan ndak padat.

4. Daging Steak nyang bagus saat dipotong akan membentuk garis lurus, dari sudut dan arah manapun situ memotong, semudah situ memotong tahi tahu…..

PS:

1. Post ini murni dari kunjungan sayah, rasa sayah, pengetahuan sayah. Ndak ada intervensi dari pihak manapun.

2. Post ini ndak memprovokasi situ supaya datang ke ” dj’s “, atopun ndak datang ke ” dj’s “.

3. Daging sapi dari India, setau sayah adalah “ilegal”.

( di India sapi kan “disucikan” karena dianggap turunan dewa. Kenapa bisa disembelih, dan dagingnya mangslup ke Indon adalah bukan urusan sayah. Hingga saat ini sapi India mingsih di cap sebagai Mad Cow )

Cibubur, 2 Desember 2007

About these ads